Judul : Jangan dilihat..... itu sampah bukan laut...
link : Jangan dilihat..... itu sampah bukan laut...
Jangan dilihat..... itu sampah bukan laut...
Luas laut Indonesia lebih dari separuh luas daratannya, dan laut
di Indonesia dapat dibilang mempunyai potensi yang sangat besar jika dikelola
dengan baik untuk kemakmuran rakyat, Kekayaan alam laut Indonesia sangatlah
luar biasa, dari bidang perikanan sampai dengan pariwisata,
Namun sangat disayangkan apabila sumber daya alam yang begitu
potensial rusak oleh sampah plastic.
Masalah sampah di laut semakin hari semakin tak terbendung. jumlah
sampah yang ada di laut, semakin lama semakin meiningkat, sampai saat ini terus meningkat dengan cepat.
Keadaan seperti itu dikhawatirkan akan menjadikan laut Indonesia sebagai kawasan
perairan yang rawan dan menghadapi persoalan sangat serius.
“Sampah plastik ini tidak
hanya mencemari lautan, tapi juga membahayakan kelangsungan makhluk hidup,
termasuk kita,”
Hal tersebut diatas adalah ungkapan dari Direktur Kerja Sama
ASEAN Kementerian Luar Negeri RI Jose Tavares pekan lalu. Menurut beliau,
setiap tahun sedikitnya 12,7 juta metrik ton sampah plastik yang diproduksi di
daratan dibuang ke laut di seluruh dunia.
Sampah plastik yang berasal dari daratan dan dibuang ke laut
jumlahnya mencapai 80 persen dari total sampah yang ada di laut. Karena tidak
dikelola dengan baik maka sampah tersebut masuk ke laut, dan perilaku buruk
dari masyarakat pesisir di seluruh dunia dalam menangani sampah plastic dan
menjaga kelestarian alam.
Pencemaran lautan akibat sampah plastik, tidak hanya berdampak
buruk terhadap lingkungan, tapi juga merugikan dari sisi ekonomi karena
pendapatan negara dari sektor kelautan juga ikut menurun.
Permasalahan sampah ini, harus segera dicari solusi yang tegas
untuk mengatasi persoalan plastik yang mengotori laut.
Saat ini upaya Indonesia dalam menangani sampah plastik,
dilakukan dengan membuat Rencana Aksi Nasional Penanggulangan Sampah Plastik.
Kegiatan Rencana tersebut mempunyai tujuan, agar Indonesia bisa
mengurangi 70% kontribusi Indonesia terhadap sampah plastik di laut sebelum
2025.
Pemerintah Indonesia juga sedang menggalakkan kebijakan mengubah
sampah menjadi sumber energi, namum
sepertinya tidak berjalan seperti yang kita harapkan sudah banyak studi untuk
menanggulangi sampah plastik di laut. Namun
sampai sekarang permasalahan sampah masih juga belum ada solusi efektih dalam
menanggulanginya.
Perlu dimunculkan dibuat riset untuk menemukan cara inovatif, kebijakan lokal dan nasional, kemitraan
swasta, publik, dan pendidikan untuk perubahan perilaku masyarakat agar
berperan aktif memerangi sampah plastic ini.
Ancaman terhadap Biota dan Aneka Hayati Laut
Apabila sampah plastik di
lautan tidak segera dicari cara untuk mencegah produksinya, maka itu akan mengancam keberadaan
biota laut yang jumlahnya sangat banyak dan beragam. Tidak hanya itu, sampah plastik bersama mikro plastik yang
ada di laut juga bisa mengancam kawasan pesisir yang memang sangat beresiko
rusak terkena dampak pencemaran.
Melihat ancaman yang
terus meningkat, upaya harus terus dilakukan oleh Pemerintah dan didukung
seluruh masyarakat Indonesia untuk bisa
mengurangi dan menurunkan produksi sampah plastik di laut.
Penanganan yang terintegrasi, baik dari tataran kebijakan hingga
pengawasan implementasi kebijakan penanganan sampah plastik, khususnya sampah
plastik laut segera diterapkan, dan dibuat aturan dengan sanksi tegas.
Rencana Aksi Nasional Penanganan Sampah Plastik Laut, yang
digaungkan memiliki empat pilar utama,
1.
Perubahan perilaku.
2.
Mengurangi sampah plastik yang berasal dari daratan.
3.
Mengurangi sampah plastik di daerah pesisir dan laut, serta
4.
Penegakan hukum, mekanisme pendanaan, penelitian-pengembangan
(inovasi teknologi) dan penguatan institusi.
Upaya pengendalian wajib dilakukan melalui pengawasan dan
pengumpulan sampah plastik dari laut dengan menggunakan teknologi yang relevan
untuk hasil yang lebih baik.
Kesadaran lingkungan harus diaajarkan sejak dini melalui
pendidikan dan juga memperbaiki fasilitas pengelolaan sampah.
Kemiskinan yang di picu oleh Sampah
Sampah plastik yang ada di lautan Indonesia jelas menimbulkan
kerugian, dan semakin lama nilainya semakin besar. Kerugian yang ada di bidang
perikanan, perkapalan, pariwisata dan bisnis asuransi.
Dampak lebih buruk , adalah pengangguran dan itu bisa memicu
kenaikan angka kemiskinan di masyarakat.
Sudah ada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa sampah
plastik juga banyak dibuang dari kapal-kapal di perairan.
Yang lebih mencengangkan lagi bahwa sampah plastik di dunia ini
ternyata 2/3 nya datang dari perairan Asia Selatan,.
Tidak ada kata terlambat untuk memulai, kita kelola sampah
dengan sebaik baiknya ajarkan kepada anak anak, beri contoh untuk menjaga
kelestarian alam.
Semoga sumbangsih kita bisa berarti bagi kelestarian alam
Indonesia, agar anak cucu, generasi mendatang bisa menikmati keindahan alam
Indonesia.
Salam Lestari
Demikianlah Artikel Jangan dilihat..... itu sampah bukan laut...
Sekianlah artikel
Jangan dilihat..... itu sampah bukan laut...
kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.
Anda sekarang membaca artikel Jangan dilihat..... itu sampah bukan laut... dengan alamat link https://kobarkabeh.blogspot.com/2018/06/ngerii-laut-kita-penuh-sampah.html

0 Response to " Jangan dilihat..... itu sampah bukan laut... "
Post a Comment